Ditulis Oleh: Irfan Aditya Dharma, S.T., M.Eng., Ph.D.

Islam merupakan satu-satunya agama yang diridhai Allah dan ditujukan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia. Hal ini selaras dengan sabda Allah SWT dalam Qur`an Surah Ali `Imran ayat 19:

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْبِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi AlKitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS. Ali Imran 3: 19) Read more

Oleh : Ir. Muhammad Ridlwan, ST. MT. IPP

Bismillahirrahmanirrahiim

Hubungan antara atasan dan bawahan yang sama-sama memiliki karakter sehat—rendah hati, tulus, dan tidak mementingkan diri sendiri—akan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan saling menguatkan. Ketika kedua pihak memulai interaksi dengan niat baik dan sikap terbuka, dinamika kerja menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Tidak ada rasa takut, curiga, atau kompetisi tidak sehat yang biasanya muncul dalam hubungan profesional yang kurang matang. Hubungan tersebut seperti tergambar dalam surat Ar Rum ayat 21.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١

Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Ar-Rum · Ayat 21) Read more

Ditulis Oleh: Purtojo, S.T., M.Sc.

Setiap manusia memiliki suatu sistem yang membantunya mengatur dan mengarahkan perilaku, yang disebut dengan pengendalian diri (self-control). Pengendalian diri merujuk pada kapasitas seseorang untuk mengatur, membimbing, mengelola, dan mengoordinasikan perilaku agar dapat menghasilkan hasil yang positif.
Dalam perspektif Islam, konsep ini dikenal dengan mujahadah an-nafs, yaitu berjuang melawan hawa nafsu pada diri sendiri. Hal ini berdasar pada kisah seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah usai Perang Badar, “Wahai Rasul, apakah ada lagi peperangan yang lebih dahsyat dari peperangan ini (Perang Badar)?” Rasulullah menjawab, “Melawan hawa nafsu.”
Tujuan Pengendalian Diri
Pengendalian diri dalam Islam disebut juga dengan mujahadah an-nafs. Kata mujahadah berakar dari kata juhd yang berarti usaha yang dilakukan dengan sepenuh hati. Mujahadah an-nafs mengacu pada upaya sungguh-sungguh seseorang untuk mengendalikan hasrat serta keinginan. Konsep ini merupakan sebuah proses pembersihan jiwa menuju jalan yang diridai Allah . Read more